Jumat, 20 Maret 2020

Keunggulan Kompetitif


A.    Keunggulan Competitif
1.      Strategi teknologi informasi
Keunggulan kompetitif (competitive advantage) merupakan kemampuan yang didapat melalui karakteristik dan sumber daya sebuah organisasi atau sebuah perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama.
Kompetisi merupakan karakteristik positif dalam bisnis, persaingan alami dan sehat adalah pendukung majunya suatu pasar.. Hal ini ditujukan untuk menjaga bisnis terhadap ancaman pendatang baru. Lima strategi kompetitif dasar dalam bersaing yakni:
a.    Strategi Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership Strategy)
Menjadi produsen rendah biaya dalam menghasilkan barang dan jasa, atau membantu menurunkan biaya bagi pemasok dan pelanggan, sehingga pesaing memiliki biaya produksi yang lebih tinggi.
b.    Strategi Diferensiasi (differentiation strategy)
Mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk dan layanan dari para pesaing atau mengurangi keunggulan diferensiasi dari pesaing. Strategi c.
c.    Pertumbuhan (growth strategy)
Secara signifikan memperluas kapasitas perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa, ekspansi ke pasar global, diversifikasi ke produk dan jasa baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk dan jasa terkait.
d.   Strategi Aliansi (alliance strategy)
Membentuk hubungan bisnis baru/aliansi dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan lain. Hubungan ini bisa berupa merger, akuisisi, usaha patungan, pembentukan “perusahaan virtual,” atau pemasaran lainnya, manufaktur, atau perjanjian distribusi antara pelaku usaha dengan mitra dagangnya.

2.      Strategi Penggunaan Teknologi informasi
a)      Strategi kepemimpinan dalam biaya
·         Penggunaan TI untuk mengurangi secara mendasar biaya proses bisnis
·          Penggunaan TI untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok
b)      Strategi diferensiasi
·      Mengembangkan berbagai fitur TI baru untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa
·    Menggunakan berbagai fitur TI untuk mengurangi keunggulan diferensiasi para pesaing
·    Menggunakan berbagai fitur TI untuk memfokuskan diri pada ceruk pasar yang dipilih
c)      Strategi inovasi
·         Membuat produk dan kasa baru yang memasukkan berbagai komponen TI
·         Mengembangkan pasar baru atau ceruk pasar yang unik dengan bantuan TI
·    Membuat perubahan radikal atas proses bisnis dengan TI yang secara dramatis akan  memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, atau layanan pelanggan, atau mempersingkat waktu ke pasar
d)     Strategi pertumbuhan
·        Menggunakan TI untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan global
·    Menggunakan TI untuk mendiversifikasi serta mengintegrasikan produk dan jasa lainnya
e)      Strategi persekutuan
·   Menggunakan TI untuk membuat organisasi virtual yang terdiri dari para mitra bisnis
·       Mengembangkan SI antar perusahan yang dihubungkan oleh internet dan ekstranet yang akan mendukung hubungan bisnis strategis dengan para pelanggan, pemasok, subkontraktor, dan pihak-pihak lainnya

3.      Konsep keunggulan kompetitif
keuntungan kompetitif adalah mengenai profit. Penjualan, pendapatan, manajemen biaya dan biaya produk baru yang diberikan memberikan kontribusi terhadap profit, kecuali hasil kontribusi dalam profit yang dipertahankan di atas rata – rata bagi industri, tidak ada keuntungan kompetitif yang dapat di ukur setelah diperoleh. Permasalahan keuntungan kompetitif adalah bahwa biasanya keuntungan kompetitif tidak dapat bertahan lama. Dapat dilihat dari gambar berikut




Ketika sebuah perusahaan mengetahui bagaimana mendapatkan sebuah keuntungan atas pesaingnya melalui beberapa bentuk inovasi. Inovasi tersebut dapat terjadi melalui sebuah proses yang disebut dengan pembelajaran organisasional. Untuk menghadapi keuntungan kompetitif, perusahaan mengadopsi inovasi yang sama atau serupa. Ketika hal ini terjadi, setiap orang dalam industri melakukan apa yang dilakukan orang lain. Apa yang dulu menjadi sebuah keuntungan kompetitif menjadi sebuah kebutuhan kompetitif. Ketika sebuah strategi atau tindakan menjadi sebuah kebutuhan kompetitif, strategi atau tindakan menjadi perlu untuk bersaing dan melakukan bisnis dalam industri. Ketika hal ini terjadi, seseorang harus mencari cara baru untuk medapatkan sebuah batasan kompetitif dan siklus nya dimulai kembali.
4.      Membangun Sebuah Bisnis yang Berfokus pada Pelanggan
Fokus strategi pada nilai pelanggan ini menyadari bahwa kualitas menjadi penentu utama dalam sebuah persepsi pelanggan. Perusahaan – perusahaan yang konsisten menawarkan nilai terbaik dari perspektif pelanggan dengan cara mereka tetep menyimpan preferensai individu pelanggan, berusaha mengikuti tren pasar, memasok produk, layanan dan informasi kapan pun dan dimana pun, dan mereka memberikan layanan pelanggan yang dibuat unutk kebutuhan individu. Dengan demikian, teknologi internet telah menciptakan sebuah kesempatan strategis bagi perusahaan – perusahaan, besar dan kecil, untuk menawarkan produk dan layanan yang cepat, responsive, berkualitas tinggi yang dibuat sesuai dengan preferensi pelanggan individual.

5.      Rantai Nilai dan Sistem Informasi Strategi
Proses utama merupakan aktivitas bisnis yang secara langsung berkaitan dengan manufaktur dari produk atau penyerahan layanan kepada pelanggan. Proses pendukung adalaha aktivitas bisnis yang membantu mendorong kegiatan setiap hari dari bisnis dan hal tersebut secara tidak Jadi, manajer dan pelaku bisnis harus mencoba unutk mengembangkan sebuah ragam dari penggunaan strategi internet dan teknologi lainnya untuk proses dasar yang menambahkan nilai bagi sebuah produk atau layanan perusahaan dan pada akhirnya keseluruhan nilai bisnis dari perusahaan.
A.    PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
1.      Merekayasa Ulang Proses Bisnis
Perekayasaan ulang merupakan pemikiran kembali yang mendasar dan mendesainan ulang yang radikal dari proses bisnis yang mencapai peningkatan yang dramatis pada biaya, kualitas, kecepatan dan layanan. Bussiness Process Reengineering (BPR) menggabungkan sebuah strategi mempromosikan inovasi bisnis dengan sebuah strategi peningkatan utama dalam proses bisnis. Sehingga sebuah perusahaan bisa menjadi pesaing yang lebih kuat dan lebih berhasil di pasar.
Sebagai contoh banyak perusahaan yang telah menggunakan perngkat lunak perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprice Resource Planning-ERP) antar fungsional untuk merekayasa ulang, mengotomaatisasi, dan mengintegrasikan proses bisnis manufaktur, distribusi, keuangan, dan sumber daya manusia mereka. Walaupun banyak perusahaan yang telah menunjukkan pendapatan yang impresif dengan proyek perekyasaan ulang ERP tersebut, banyak diantara yang lainnya yang mengalami kegagalan yang dramatis atau tidak berhasil mencapai peningkatan yang mereka cari.

2.       Menjadi Sebuah Agile Company
Untuk menjadi sebuah perusahaan yang cerdas, sebuah bisnis harus menggunakan empat strategi dasar :
a.       Bisnis harus memastikan bahwa pelanggan menganggap produk atau layanan dari sebuah  perusahaan yang cerdas sebagai solusi atas permasalahan individual mereka.
b.     Sebuah perusahaan yang cerdas bekerja sama dengan pelanggan, pemasok, perusahaan    lain dan bahkan pesaingnya.
c.    Sebuah perusahaan yang cerdas mengorganisasi, sehingga perusahaan itu bisa melewati perubahan dan ketidakpastian.
d.       Sebuah perusahaan yang cerdas mempertimbangkan dampak pada orang dan pengetahuan yang mereka miliki.

3.      Menciptakan virtual company
Virtual company (VC) adalah salah satu metode yang dapat membuat owner dan manager mengatasi menegement yang dibutuhkan. VC dilengkapi dengan administrasi, kreatif dan teknikal skill serta pelayanan yang dapat membantu entrepreneurs dan professionals lebih mudah mengatur bisnis yang akan dijalankan.
Dalam pembentukan virtual company ada wajib memperhatikan 4 konsep dimensi perusahaan, yaitu:
a.     Network company
Pengelolaan hubungan melalui suatu jaringan (komponen:jaringan resource & business bus)
b.     Customer centric company
Dengan konsep Mass Customization, dimana keseluruhan produksi (barang/jasa layanan) tidak sekedar mempertimbangkan efisiensi produksi massal, tapi juga mempertimbangkan agar memenuhi kebutuhan individual pelanggan
c.      Agile company
Dimana pengaturan ulang sekumpulan resource dapat dilakukan dengan dinamis sesuai kebutuhan
d.     Digital company
Digital Company menerapkan konsep kantor virtual, otomatisasi proses, dan organisasi virtual. Dimana ketiga konsep tersebut di dikung teknologi komunikasi dan jaringan, pemrograman, konsep Knowledge Management (KM), konsep Supply Chain Management (SCM), Customer Relationship Management (CRM), aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) dan datawarehouse untuk kepentingan pengelolaan dan akses data.

4.      Membangun Sebuah Perusahaan Knowledge Creating Company 
Perusahaan knowlegde-creating mengeksploitasi dua jenis pengetahuan. Satu adalah pengetahuan yang eksplisit, yakni berupa data, dokumen, dan hal yang tertulis atau tersimpan dalam komputer. Lainnya adalah pengetahuan yang sifatnya diam-diam (tacit), atau “how-tos”, yang berada di dalam diri pekerja. Pengetahuan tacit terkadang bisa menggambarkan beberapa informasi yang paling penting dalam sebuah organisasi.
Membangun Knowledge Creating Company dibutuhkan poin-poin penting yaitu :
a.       Import knowledge in company:
1.      Cara menghadapi persaingan global.
2.      Cara menjaga kepuasan pelanggan.
3.  Cara mengantisipasi dinamika persaingannya secara tepat melalui pengembangan virtual Lego Factory.
b.      Cross cultural interfaces & Knowledge domain :
1.      Lego Group mengirimkan produknya kepada retail-retail kecil yang terdapat di dalam database Lego Group sejak tahun 1950.
2.      Penjualan saham Legoland (Taman Bermain Lego) kepada Blackstone senilai US$450 juta dan penglepasan aset non-produktif diAS, Korea Selatan, dan Australia merupakan bentuk divestasi Lego dalam kaitannya dengan program turn around. Divestasi ini menghasilkan efektivitas dan efisiensi perusahaan yang secara langsung meningkatkan kinerja Lego.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar