A.
Keunggulan
Competitif
1.
Strategi
teknologi informasi
Keunggulan kompetitif (competitive
advantage) merupakan kemampuan yang didapat melalui karakteristik dan
sumber daya sebuah organisasi atau sebuah perusahaan untuk memiliki kinerja
yang lebih baik dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang
sama.
Kompetisi merupakan karakteristik positif dalam
bisnis, persaingan alami dan sehat adalah pendukung majunya suatu pasar.. Hal
ini ditujukan untuk menjaga bisnis terhadap ancaman pendatang baru. Lima strategi kompetitif dasar dalam bersaing yakni:
a. Strategi Kepemimpinan Biaya
(Cost Leadership Strategy)
Menjadi
produsen rendah biaya dalam menghasilkan barang dan jasa, atau membantu
menurunkan biaya bagi pemasok dan pelanggan, sehingga pesaing memiliki biaya
produksi yang lebih tinggi.
b. Strategi Diferensiasi (differentiation
strategy)
Mengembangkan
cara-cara untuk membedakan produk dan layanan dari para pesaing atau mengurangi
keunggulan diferensiasi dari pesaing. Strategi c.
c. Pertumbuhan (growth strategy)
Secara
signifikan memperluas kapasitas perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa,
ekspansi ke pasar global, diversifikasi ke produk dan jasa baru, atau
mengintegrasikan ke dalam produk dan jasa terkait.
d. Strategi Aliansi (alliance
strategy)
Membentuk
hubungan bisnis baru/aliansi dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan
perusahaan lain. Hubungan ini bisa berupa merger, akuisisi, usaha patungan,
pembentukan “perusahaan virtual,” atau pemasaran lainnya, manufaktur, atau
perjanjian distribusi antara pelaku usaha dengan mitra dagangnya.
2.
Strategi Penggunaan Teknologi informasi
a)
Strategi kepemimpinan dalam biaya
·
Penggunaan TI untuk mengurangi secara mendasar
biaya proses bisnis
·
Penggunaan TI untuk menurunkan biaya
pelanggan atau pemasok
b)
Strategi diferensiasi
· Mengembangkan berbagai fitur TI baru untuk
melakukan diferensiasi produk dan jasa
· Menggunakan berbagai fitur TI untuk mengurangi
keunggulan diferensiasi para pesaing
· Menggunakan berbagai fitur TI untuk memfokuskan
diri pada ceruk pasar yang dipilih
c)
Strategi inovasi
·
Membuat produk dan kasa baru yang memasukkan
berbagai komponen TI
·
Mengembangkan pasar baru atau ceruk pasar yang
unik dengan bantuan TI
· Membuat perubahan radikal atas proses bisnis
dengan TI yang secara dramatis akan memangkas biaya, meningkatkan
kualitas, efisiensi, atau layanan pelanggan, atau mempersingkat waktu ke
pasar
d)
Strategi pertumbuhan
· Menggunakan TI untuk mengelola perluasan bisnis
secara regional dan global
· Menggunakan TI untuk mendiversifikasi serta mengintegrasikan
produk dan jasa lainnya
e)
Strategi persekutuan
· Menggunakan TI untuk membuat organisasi virtual
yang terdiri dari para mitra bisnis
· Mengembangkan SI antar perusahan yang
dihubungkan oleh internet dan ekstranet yang akan mendukung hubungan
bisnis strategis dengan para pelanggan, pemasok, subkontraktor,
dan pihak-pihak lainnya
3.
Konsep
keunggulan kompetitif
keuntungan kompetitif adalah
mengenai profit. Penjualan, pendapatan, manajemen biaya dan biaya produk baru
yang diberikan memberikan kontribusi terhadap profit, kecuali hasil kontribusi
dalam profit yang dipertahankan di atas rata – rata bagi industri, tidak ada keuntungan
kompetitif yang dapat di ukur setelah diperoleh. Permasalahan keuntungan
kompetitif adalah bahwa biasanya keuntungan kompetitif tidak dapat bertahan
lama. Dapat dilihat dari gambar berikut
Ketika sebuah perusahaan
mengetahui bagaimana mendapatkan sebuah keuntungan atas pesaingnya melalui
beberapa bentuk inovasi. Inovasi tersebut dapat terjadi melalui sebuah proses
yang disebut dengan pembelajaran organisasional. Untuk menghadapi keuntungan
kompetitif, perusahaan mengadopsi inovasi yang sama atau serupa. Ketika hal ini
terjadi, setiap orang dalam industri melakukan apa yang dilakukan orang lain.
Apa yang dulu menjadi sebuah keuntungan kompetitif menjadi sebuah kebutuhan
kompetitif. Ketika sebuah strategi atau tindakan menjadi sebuah kebutuhan
kompetitif, strategi atau tindakan menjadi perlu untuk bersaing dan melakukan
bisnis dalam industri. Ketika hal ini terjadi, seseorang harus
mencari cara baru untuk medapatkan sebuah batasan kompetitif dan siklus nya
dimulai kembali.
4. Membangun Sebuah Bisnis yang
Berfokus pada Pelanggan
Fokus strategi pada nilai pelanggan ini menyadari bahwa
kualitas menjadi penentu utama dalam sebuah persepsi pelanggan. Perusahaan – perusahaan
yang konsisten menawarkan nilai terbaik dari perspektif pelanggan dengan cara
mereka tetep menyimpan preferensai individu pelanggan, berusaha mengikuti tren
pasar, memasok produk, layanan dan informasi kapan pun dan dimana pun, dan
mereka memberikan layanan pelanggan yang dibuat unutk kebutuhan individu.
Dengan demikian, teknologi internet
telah menciptakan sebuah kesempatan strategis bagi perusahaan – perusahaan,
besar dan kecil, untuk menawarkan produk dan layanan yang cepat, responsive,
berkualitas tinggi yang dibuat sesuai dengan preferensi pelanggan individual.
5. Rantai Nilai dan Sistem
Informasi Strategi
Proses utama merupakan
aktivitas bisnis yang secara langsung berkaitan dengan manufaktur dari produk
atau penyerahan layanan kepada pelanggan. Proses pendukung adalaha aktivitas bisnis yang membantu mendorong kegiatan setiap
hari dari bisnis dan hal tersebut secara tidak Jadi, manajer dan pelaku bisnis
harus mencoba unutk mengembangkan sebuah ragam dari penggunaan strategi
internet dan teknologi lainnya untuk proses dasar yang menambahkan nilai bagi
sebuah produk atau layanan perusahaan dan pada akhirnya keseluruhan nilai
bisnis dari perusahaan.
A. PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
1. Merekayasa
Ulang Proses Bisnis
Perekayasaan
ulang merupakan pemikiran kembali yang mendasar dan mendesainan ulang yang
radikal dari proses bisnis yang mencapai peningkatan yang dramatis pada biaya,
kualitas, kecepatan dan layanan. Bussiness Process Reengineering (BPR) menggabungkan
sebuah strategi mempromosikan inovasi bisnis dengan sebuah strategi peningkatan
utama dalam proses bisnis. Sehingga sebuah perusahaan bisa menjadi pesaing yang
lebih kuat dan lebih berhasil di pasar.
Sebagai
contoh banyak perusahaan yang telah menggunakan perngkat lunak perencanaan
sumber daya perusahaan (Enterprice Resource Planning-ERP) antar
fungsional untuk merekayasa ulang, mengotomaatisasi, dan mengintegrasikan
proses bisnis manufaktur, distribusi, keuangan, dan sumber daya manusia mereka.
Walaupun banyak perusahaan yang telah menunjukkan pendapatan yang impresif
dengan proyek perekyasaan ulang ERP tersebut, banyak diantara yang lainnya yang
mengalami kegagalan yang dramatis atau tidak berhasil mencapai peningkatan yang
mereka cari.
2. Menjadi
Sebuah Agile Company
Untuk
menjadi sebuah perusahaan yang cerdas, sebuah bisnis harus menggunakan empat
strategi dasar :
a. Bisnis
harus memastikan bahwa pelanggan menganggap produk atau layanan dari sebuah perusahaan yang cerdas sebagai solusi atas permasalahan individual mereka.
b. Sebuah
perusahaan yang cerdas bekerja sama dengan pelanggan, pemasok, perusahaan lain
dan bahkan pesaingnya.
c. Sebuah
perusahaan yang cerdas mengorganisasi, sehingga perusahaan itu bisa melewati
perubahan dan ketidakpastian.
d. Sebuah
perusahaan yang cerdas mempertimbangkan dampak pada orang dan pengetahuan yang
mereka miliki.
3.
Menciptakan virtual company
Virtual company (VC) adalah salah satu
metode yang dapat membuat owner dan manager mengatasi menegement yang
dibutuhkan. VC dilengkapi dengan administrasi, kreatif dan teknikal skill serta
pelayanan yang dapat membantu entrepreneurs dan professionals lebih mudah
mengatur bisnis yang akan dijalankan.
Dalam pembentukan virtual company ada wajib memperhatikan 4 konsep
dimensi perusahaan, yaitu:
a. Network company
Pengelolaan
hubungan melalui suatu jaringan
(komponen:jaringan resource & business bus)
b. Customer centric company
Dengan
konsep Mass Customization, dimana keseluruhan produksi (barang/jasa
layanan) tidak sekedar mempertimbangkan efisiensi produksi massal, tapi juga
mempertimbangkan agar memenuhi kebutuhan individual pelanggan
c. Agile company
Dimana
pengaturan ulang sekumpulan resource dapat dilakukan dengan dinamis
sesuai kebutuhan
d. Digital company
Digital
Company menerapkan konsep kantor virtual, otomatisasi proses, dan
organisasi virtual. Dimana ketiga konsep tersebut di dikung teknologi
komunikasi dan jaringan, pemrograman, konsep Knowledge Management (KM), konsep
Supply Chain Management (SCM), Customer Relationship Management (CRM), aplikasi
Enterprise Resources Planning (ERP) dan datawarehouse untuk kepentingan
pengelolaan dan akses data.
4. Membangun Sebuah Perusahaan Knowledge Creating
Company
Perusahaan knowlegde-creating mengeksploitasi
dua jenis pengetahuan. Satu adalah pengetahuan yang eksplisit,
yakni berupa data, dokumen, dan hal yang tertulis atau tersimpan dalam
komputer. Lainnya adalah pengetahuan yang sifatnya
diam-diam (tacit), atau “how-tos”, yang berada di dalam
diri pekerja. Pengetahuan tacit terkadang bisa menggambarkan beberapa informasi
yang paling penting dalam sebuah organisasi.
Membangun Knowledge Creating Company dibutuhkan
poin-poin penting yaitu :
a. Import knowledge in
company:
1. Cara menghadapi persaingan
global.
2. Cara menjaga kepuasan
pelanggan.
3. Cara mengantisipasi dinamika
persaingannya secara tepat melalui pengembangan virtual Lego Factory.
b. Cross cultural interfaces
& Knowledge domain :
1. Lego Group mengirimkan
produknya kepada retail-retail kecil yang terdapat di dalam database Lego Group
sejak tahun 1950.
2. Penjualan saham Legoland
(Taman Bermain Lego) kepada Blackstone senilai US$450 juta dan penglepasan aset
non-produktif diAS, Korea Selatan, dan Australia merupakan bentuk
divestasi Lego dalam kaitannya dengan program turn around. Divestasi ini
menghasilkan efektivitas dan efisiensi perusahaan yang secara langsung
meningkatkan kinerja Lego.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar