Jumat, 20 Maret 2020

Keunggulan Kompetitif


A.    Keunggulan Competitif
1.      Strategi teknologi informasi
Keunggulan kompetitif (competitive advantage) merupakan kemampuan yang didapat melalui karakteristik dan sumber daya sebuah organisasi atau sebuah perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama.
Kompetisi merupakan karakteristik positif dalam bisnis, persaingan alami dan sehat adalah pendukung majunya suatu pasar.. Hal ini ditujukan untuk menjaga bisnis terhadap ancaman pendatang baru. Lima strategi kompetitif dasar dalam bersaing yakni:
a.    Strategi Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership Strategy)
Menjadi produsen rendah biaya dalam menghasilkan barang dan jasa, atau membantu menurunkan biaya bagi pemasok dan pelanggan, sehingga pesaing memiliki biaya produksi yang lebih tinggi.
b.    Strategi Diferensiasi (differentiation strategy)
Mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk dan layanan dari para pesaing atau mengurangi keunggulan diferensiasi dari pesaing. Strategi c.
c.    Pertumbuhan (growth strategy)
Secara signifikan memperluas kapasitas perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa, ekspansi ke pasar global, diversifikasi ke produk dan jasa baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk dan jasa terkait.
d.   Strategi Aliansi (alliance strategy)
Membentuk hubungan bisnis baru/aliansi dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan lain. Hubungan ini bisa berupa merger, akuisisi, usaha patungan, pembentukan “perusahaan virtual,” atau pemasaran lainnya, manufaktur, atau perjanjian distribusi antara pelaku usaha dengan mitra dagangnya.

2.      Strategi Penggunaan Teknologi informasi
a)      Strategi kepemimpinan dalam biaya
·         Penggunaan TI untuk mengurangi secara mendasar biaya proses bisnis
·          Penggunaan TI untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok
b)      Strategi diferensiasi
·      Mengembangkan berbagai fitur TI baru untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa
·    Menggunakan berbagai fitur TI untuk mengurangi keunggulan diferensiasi para pesaing
·    Menggunakan berbagai fitur TI untuk memfokuskan diri pada ceruk pasar yang dipilih
c)      Strategi inovasi
·         Membuat produk dan kasa baru yang memasukkan berbagai komponen TI
·         Mengembangkan pasar baru atau ceruk pasar yang unik dengan bantuan TI
·    Membuat perubahan radikal atas proses bisnis dengan TI yang secara dramatis akan  memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, atau layanan pelanggan, atau mempersingkat waktu ke pasar
d)     Strategi pertumbuhan
·        Menggunakan TI untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan global
·    Menggunakan TI untuk mendiversifikasi serta mengintegrasikan produk dan jasa lainnya
e)      Strategi persekutuan
·   Menggunakan TI untuk membuat organisasi virtual yang terdiri dari para mitra bisnis
·       Mengembangkan SI antar perusahan yang dihubungkan oleh internet dan ekstranet yang akan mendukung hubungan bisnis strategis dengan para pelanggan, pemasok, subkontraktor, dan pihak-pihak lainnya

3.      Konsep keunggulan kompetitif
keuntungan kompetitif adalah mengenai profit. Penjualan, pendapatan, manajemen biaya dan biaya produk baru yang diberikan memberikan kontribusi terhadap profit, kecuali hasil kontribusi dalam profit yang dipertahankan di atas rata – rata bagi industri, tidak ada keuntungan kompetitif yang dapat di ukur setelah diperoleh. Permasalahan keuntungan kompetitif adalah bahwa biasanya keuntungan kompetitif tidak dapat bertahan lama. Dapat dilihat dari gambar berikut




Ketika sebuah perusahaan mengetahui bagaimana mendapatkan sebuah keuntungan atas pesaingnya melalui beberapa bentuk inovasi. Inovasi tersebut dapat terjadi melalui sebuah proses yang disebut dengan pembelajaran organisasional. Untuk menghadapi keuntungan kompetitif, perusahaan mengadopsi inovasi yang sama atau serupa. Ketika hal ini terjadi, setiap orang dalam industri melakukan apa yang dilakukan orang lain. Apa yang dulu menjadi sebuah keuntungan kompetitif menjadi sebuah kebutuhan kompetitif. Ketika sebuah strategi atau tindakan menjadi sebuah kebutuhan kompetitif, strategi atau tindakan menjadi perlu untuk bersaing dan melakukan bisnis dalam industri. Ketika hal ini terjadi, seseorang harus mencari cara baru untuk medapatkan sebuah batasan kompetitif dan siklus nya dimulai kembali.
4.      Membangun Sebuah Bisnis yang Berfokus pada Pelanggan
Fokus strategi pada nilai pelanggan ini menyadari bahwa kualitas menjadi penentu utama dalam sebuah persepsi pelanggan. Perusahaan – perusahaan yang konsisten menawarkan nilai terbaik dari perspektif pelanggan dengan cara mereka tetep menyimpan preferensai individu pelanggan, berusaha mengikuti tren pasar, memasok produk, layanan dan informasi kapan pun dan dimana pun, dan mereka memberikan layanan pelanggan yang dibuat unutk kebutuhan individu. Dengan demikian, teknologi internet telah menciptakan sebuah kesempatan strategis bagi perusahaan – perusahaan, besar dan kecil, untuk menawarkan produk dan layanan yang cepat, responsive, berkualitas tinggi yang dibuat sesuai dengan preferensi pelanggan individual.

5.      Rantai Nilai dan Sistem Informasi Strategi
Proses utama merupakan aktivitas bisnis yang secara langsung berkaitan dengan manufaktur dari produk atau penyerahan layanan kepada pelanggan. Proses pendukung adalaha aktivitas bisnis yang membantu mendorong kegiatan setiap hari dari bisnis dan hal tersebut secara tidak Jadi, manajer dan pelaku bisnis harus mencoba unutk mengembangkan sebuah ragam dari penggunaan strategi internet dan teknologi lainnya untuk proses dasar yang menambahkan nilai bagi sebuah produk atau layanan perusahaan dan pada akhirnya keseluruhan nilai bisnis dari perusahaan.
A.    PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
1.      Merekayasa Ulang Proses Bisnis
Perekayasaan ulang merupakan pemikiran kembali yang mendasar dan mendesainan ulang yang radikal dari proses bisnis yang mencapai peningkatan yang dramatis pada biaya, kualitas, kecepatan dan layanan. Bussiness Process Reengineering (BPR) menggabungkan sebuah strategi mempromosikan inovasi bisnis dengan sebuah strategi peningkatan utama dalam proses bisnis. Sehingga sebuah perusahaan bisa menjadi pesaing yang lebih kuat dan lebih berhasil di pasar.
Sebagai contoh banyak perusahaan yang telah menggunakan perngkat lunak perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprice Resource Planning-ERP) antar fungsional untuk merekayasa ulang, mengotomaatisasi, dan mengintegrasikan proses bisnis manufaktur, distribusi, keuangan, dan sumber daya manusia mereka. Walaupun banyak perusahaan yang telah menunjukkan pendapatan yang impresif dengan proyek perekyasaan ulang ERP tersebut, banyak diantara yang lainnya yang mengalami kegagalan yang dramatis atau tidak berhasil mencapai peningkatan yang mereka cari.

2.       Menjadi Sebuah Agile Company
Untuk menjadi sebuah perusahaan yang cerdas, sebuah bisnis harus menggunakan empat strategi dasar :
a.       Bisnis harus memastikan bahwa pelanggan menganggap produk atau layanan dari sebuah  perusahaan yang cerdas sebagai solusi atas permasalahan individual mereka.
b.     Sebuah perusahaan yang cerdas bekerja sama dengan pelanggan, pemasok, perusahaan    lain dan bahkan pesaingnya.
c.    Sebuah perusahaan yang cerdas mengorganisasi, sehingga perusahaan itu bisa melewati perubahan dan ketidakpastian.
d.       Sebuah perusahaan yang cerdas mempertimbangkan dampak pada orang dan pengetahuan yang mereka miliki.

3.      Menciptakan virtual company
Virtual company (VC) adalah salah satu metode yang dapat membuat owner dan manager mengatasi menegement yang dibutuhkan. VC dilengkapi dengan administrasi, kreatif dan teknikal skill serta pelayanan yang dapat membantu entrepreneurs dan professionals lebih mudah mengatur bisnis yang akan dijalankan.
Dalam pembentukan virtual company ada wajib memperhatikan 4 konsep dimensi perusahaan, yaitu:
a.     Network company
Pengelolaan hubungan melalui suatu jaringan (komponen:jaringan resource & business bus)
b.     Customer centric company
Dengan konsep Mass Customization, dimana keseluruhan produksi (barang/jasa layanan) tidak sekedar mempertimbangkan efisiensi produksi massal, tapi juga mempertimbangkan agar memenuhi kebutuhan individual pelanggan
c.      Agile company
Dimana pengaturan ulang sekumpulan resource dapat dilakukan dengan dinamis sesuai kebutuhan
d.     Digital company
Digital Company menerapkan konsep kantor virtual, otomatisasi proses, dan organisasi virtual. Dimana ketiga konsep tersebut di dikung teknologi komunikasi dan jaringan, pemrograman, konsep Knowledge Management (KM), konsep Supply Chain Management (SCM), Customer Relationship Management (CRM), aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) dan datawarehouse untuk kepentingan pengelolaan dan akses data.

4.      Membangun Sebuah Perusahaan Knowledge Creating Company 
Perusahaan knowlegde-creating mengeksploitasi dua jenis pengetahuan. Satu adalah pengetahuan yang eksplisit, yakni berupa data, dokumen, dan hal yang tertulis atau tersimpan dalam komputer. Lainnya adalah pengetahuan yang sifatnya diam-diam (tacit), atau “how-tos”, yang berada di dalam diri pekerja. Pengetahuan tacit terkadang bisa menggambarkan beberapa informasi yang paling penting dalam sebuah organisasi.
Membangun Knowledge Creating Company dibutuhkan poin-poin penting yaitu :
a.       Import knowledge in company:
1.      Cara menghadapi persaingan global.
2.      Cara menjaga kepuasan pelanggan.
3.  Cara mengantisipasi dinamika persaingannya secara tepat melalui pengembangan virtual Lego Factory.
b.      Cross cultural interfaces & Knowledge domain :
1.      Lego Group mengirimkan produknya kepada retail-retail kecil yang terdapat di dalam database Lego Group sejak tahun 1950.
2.      Penjualan saham Legoland (Taman Bermain Lego) kepada Blackstone senilai US$450 juta dan penglepasan aset non-produktif diAS, Korea Selatan, dan Australia merupakan bentuk divestasi Lego dalam kaitannya dengan program turn around. Divestasi ini menghasilkan efektivitas dan efisiensi perusahaan yang secara langsung meningkatkan kinerja Lego.


Rabu, 18 Maret 2020

DASAR-DASAR SISTEM INFORMASI BISNIS


NAMA                        : RONA ELFIZA
NIM                            : 11170850000022
TUGAS                      : RESUME DASAR-DASAR INFORMASI BISNIS
MATA KULIAH       : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


DASAR- DASAR  SISTEM INFORMASI BISNIS

Konsep dasar sistem informasi bisnis
Teknologi informasi
Istilah TI (Teknologi Informasi) atau IT (Information Technology) yang populer saat ini adalah bagian dari mata rantai panjang dari perkembangan istilah dalam dunia SI (Sistem Informasi) atau istilah IS ( Information System ). Istilah TI memang lebih merujuk pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikan maupun mengolah informasi, namun pada dasarnya masih merupakan bagian dari sebuah sistem informasi itu sendiri.
Sistem Informasi Bisnis, yaitu merupakan kumpulan dari berbagai informasi yang memiliki kesatuan antara satu dan yang lainnya yang ditujukan untuk kepentingan bisnis. Dalam mendukung penyampaian suatu informasi maka dimanfaatkanlah teknologi informasi, yang menggunakan teknologi computer sebagai media utama dalam penyampaian informasi. Istilah ini sendiri merupakan perkembangan dari istilah Sistem Informasi ( information system ). Semakin tinggi kualitas teknologi informasi yang digunakan maka tingkat efektfitas dan efisiensi nya semakin baik.
Kerangka kerja konseptual system informasi :
·         Konsep -konsep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan peran sistem informasi. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar yang berasal dari teori sistem umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.
·         Teknologi informasi
 Konsep - konsep utama, pengembangan, dan berbagai isu manajemen teknologi informasi yaitu meliputi hardware, software, jaringan, manajemen data, dan banyak teknologi berbasis internet.
·         Aplikasi bisnis
Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan kompetitif bisnis.
 · Proses pengembangan
Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis.
·         Tantangan manajemen
Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkatpemakai akhir, perusahaan, dan global dalam bisnis.
Aturan dasar SI pada Bisnis
Ada tiga aturan vital agar sistem informasi untuk perusahaan bisnis, yaitu:
·         Dukungan terhadap proses dan operasi bisnis.
·         Dukungan terhadap pengambilan keputusan oleh pegawai dan manajer.
·         Dukungan strategi untuk keunggulan bersaing
Trend Sistem Informasi
            Trend yang dominan dalam Sistem Informasi :
·      Inisiatif dan penanggung jawab tidak lagi dilakukan hanya oleh CIO (Chief Information Officer) sendiri, tapi juga oleh Executive Board;
·       Pergeseran peran IS Department dari sebagai Application delivery menjadi System integration dan pengembang infrastruktur;
·         Perkembangan internet dan intranet menghasilkan world wide connectivity dan memungkinkan adanya common user interface untuk semua system.
 Perlunya System Integration
         Perkembangan komputerisasi dalam suatu organisasi yang tidak bersamaan dan terpisah-pisah (scattered); Hambatan teknologi yang dapat diatasi oleh berbagai alat bantu (tools) yang dapat dijumpai dengan mudah oleh pemakai.
Aturan E-Business pada Bisnis
           1.         Komunikasi
Yang dimaksud dengan komunikasi adalah adanya fasilitas atau media yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, layanan, transaksi elektronik (pemesanan dan pembayaran secara elektronik) dan perpindahan barang dari penjual ke pembeli. Media komunikasi yang memadai yang bisa mempertemukan pelaku e-Business menjadi syarat utama terselenggaranya.
           2.         Komersial (Perdagangan)
Sisi komersial yang disyaratkan pada e-Business adalah adanya sistem untuk melakukan transaksi online mulai dari promosi barang, pemesanan barang, pembayaran dan pengiriman barang. Pembeli barang memesan barang tidak memerlukan melihat barang secara langsung tetapi melalui gambar atau spesifikasi yang tercantum dalam website. Sedangkan untuk pemesanan, sistem shopping online terhubung dengan sistem inventory untuk mengetahui stock barang sehingga barang yang dibeli memang ada. Untuk pembayaran, sistem shopping online harus terhubung dengan otoritas pembayaran misalnya bank atau penyedia kartu kredit agar nilai yang dibayarkan oleh pembeli berasal dari alat pembayaran yang sah dan memiliki nilai yang cukup.
           3.         Proses Bisnis
Setiap pelaku e-Business yang ingin melalukan transaksi elektronik dan mendapatkan manfaat semaksimal mungkin dari eBusiness harus melakukan optimalisasi proses bisnis internal dengan memanfaatkan teknologi informasi agar aliran informasi, transaksi, maupun lama pengiriman barang menjadi dipersingkat, biaya transaksi menjadi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan perdagangan yang dilakukan secara tradisional.
           4.         Layanan
Bagi setiap institusi yang menjadi pelaku e-Business, penggunaan teknologi informasi dan internet seharusnya menjadikan layanan ke customer menjadi lebih baik, lebih ekonomis, dan lebih terjangkau. Misalnya, dimensi barang yang ditawarkan beserta spesifikasinya bisa diperiksa lebih seksama sebelum dibeli (diakses melalui website), tidak diperlukan toko secara fisik, dan bisa diakses dari mana saja dengan menggunakan internet. Bahkan dengan sistem informasi, customer bisat dilayani secara khusus dan personal karena datadata aktifitas customer direkam dan bisa dilakukan analisis untuk meningkatkan pelayanan.
           5.         Learning
Untuk meningkatkan ”awareness” baik diantara pengguna maupun pelaku e-Business, proses edukasi sangat penting agar semakin banyak anggota masyarakat yang menyadari manfaat
dan kelebihan dari transaksi online. Perbedaan dengan transaksi tradisional adalah pembeli dan penjual tidak perlu belajar sebelum melakukan transaksi sedangkan transaksi online karena pengguna maupun pelaku tidak berhadapan dengan manusia tetapi dengan mesin komputer maka diperlukan proses edukasi agar mereka bisa menggunakan fasilitas atau media transaksi dengan lancar.
           6.         Kolaborasi
Satu siklus transaksi online antara penjual dan pembeli melibatkan stakeholder lain yang harus berkolaborasi untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Pada saat pembayaran maka akan terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan bank atau penyedia kartu kredit untuk menyelesaikan proses pembayaran. Setelah dibayar maka terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan gudang, dan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan barang sampai ke pembeli. Pihak lain yang juga terlibat adalah pihak asuransi untuk melakukan penjaminan transaksi maupun atas barang yang dikirim. Kolaborasi yang terjadi dalam e-Business.
           7.         Komunitas
Dalam dunia maya (world wide web) komunitas merupakan salah satu indikator untuk mengukur aktifitas pengguna. Dalam eBusiness, komunitas merupakan media yang cukup penting untuk belajar dan memperbaiki diri secara terus menerus baik dari sisi pelaku maupun pengguna dalam hal produk, layanan, maupun mekanisme transaksi.
Perspektif di atas merupakan dasar dari konsep e-Business yang bisa dikembangkan secara kontemporer dengan mempertimbangkan kondisi saat ini untuk pengembangan di masa depan.
Untuk meningkatkan kemungkinan sukses dalam e-Business dan mengurangi resiko kegagalan maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan identifikasi faktor sukses. Dari pengalaman sebelumnya, sukses faktor paling menentukan adalah kombinasi dari faktor-faktor berikut:
         1.         Biaya (cost)
E-Business perlu menjamin terjadinya ’cost efficiency’ melalui efisiensi waktu atau volume penjualan yang lebih besar dengan melakukan optimasi pada proses logistik langsung dari warehouse ke pembeli.
         2.         Komersial (commerce)
Memaksimalkan keuntungan (profitabilitas) dilakukan dengan melakukan reengineering seluruh proses bisnis sehingga selain menurunkan biaya operasional juga meningkatkan kepuasan pelanggan dan pada akhirnya menaikkan volume penjualan.
         3.         Konten (content)
 Informasi tentang produk atau layanan, berita yang selalu up to date, informasi yang berguna misalnya tip, advice, variasi produk atau layanan pendukung yang dibarengi dengan kualitas produk dan layanan yang prima sehingga pelanggan merasa dilayani secara personal merupakan kunci sukses utama.
         4.         Komunitas (community)
Komunitas merupakan media tempat pertukaran pengalaman, membentuk interest group sehingga menjadi sarana yang efektif untuk membentuk opini pelanggan, membangun permintaan (generate demand) dan melindungi kepentingan pengguna maupun pelaku. Komunitas merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan retensi pelanggan sehingga biaya untuk mendapatkan pelanggan baru menjadi minimal.
         5.         Kenyamanan (convenience)
Kenyamanan dalam melakukan transaksi online merupakan salah satu kunci sukses. Navigasi yang mudah, cepat, dan informatif akan membuat pengguna menyukai cara bertransaksi online. Sedangkan kerumitan nagivasi yang memerlukan beberapa kali clik dan tidak memberikan petunjuk yang mudah dan cepat bisa menyesatkan pengguna dan membuat pengguna tidak kembali lagi.
         6.         Konektifitas (connectivity)
Ketersediaan koneksi yang cepat juga merupakan faktor penentu kesuksesan transaksi online. Respon yang cepat dan tidak terputus akan membuat pengguna merasakan manfaat yang nyata dari e-Business.
Dengan ke enam faktor sukses tersebut diharapkan pelaku eBusiness bisa mempersiapkan diri dengan secara lebih komprehensif. Untuk mengetahui tingkat kesuksesan pelaku eBusiness ukuran yang bisa digunakan adalah penerimaan pengguna (customer acceptance) yang direpresentasikan dengan jumlah customer online, patuh aturan (legal authorities compliance), dukungan dari third parties (supply chain support) dan indikator finansial.
Kebijakan e-Business tidak hanya mengatur/memfasilitasi tindakan pra-transaksi tetapi juga post-transaksi dimana ada 3 hal penting yang harus ditangani antara lain:
1.  Keabsahan transaksi dimana ada pemegang otoritas yang melakukan settlement bahwa transaksi sudah selesai dan diterima oleh penjual dan pembeli
2.   Masalah legal misalnya pelanggaran hak cipta. Diperlukan proses hukum dengan mengacu pada undang-undang yang mengatur hak cipta untuk barang yang diperdagangkan secara elektronis
3.   Gangguan keamanan pada transaksi online misalnya pencurian nomor kartu kredit, fraud, penyalahgunaan user id dan password, dll.
Tipe Sistem Informasi
Dalam bagian ini kita akan menjelaskan kategori-kategori spesifik dari sistem yang  melayani tiap level organisasi. Ada 6 tipe sistem informasi yaitu :
1.      Transaction processing systems (TPS) adalah sistem terkomputerisasi yang menjalankan dan menyimpan transaksi rutin sehari-hari untuk menjalankan bisnis. Sistem ini bekerja pada level operasional. Input pada level ini adalah transaksi dan kejadian. Proses dalam sistem ini meliputi pengurutan data, melihat data, memperbaharui data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang detail, daftar lengkap dan ringkasan.
2. Knowledge work systems (KWS) adalah sistem informasi yang membuat dan mengintegrasikan pengetahuan baru ke organisasi.
3.     Office Automation Systems (OAS) adalah sistem komputer seperti pengolah kata, e-mail, dan sistem penjadwalan, yang didesain untuk meningkatkan produktifitas dari data workers di organisasi. Nomor 2 dan 3 melayani knowledge level.
4.   Management Information Systems adalah sistem informasi pada management-level sebuah organisasi yang melayani fungsifungsi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan yang dibuat dengan menyediakan ringkasan rutin dan laporan periodik.
5.  Decision-support systems (DSS) adalah sistem informasi di management-level sebuah organisasi yang mengkombinasikan data dan model analitis yang rumit untuk mendukung pengambilan keputusan yang terstruktur dan semi terstruktur.
6.  Executive support systems (ESS) adalah sistem informasi pada strategic-level sebuah organisasi yang dirancang untuk tujuan pengambilan keputusan yang tidak terstruktur.
Tantangan manajerial
Bagaimana mengefektifkan dan mengatur dengan baik fungsi dari sumber daya IS dan IT untuk mencapai puncak hasil dan nilai bisnis dalam mendukung strategi-strategi bisnis dari perusahaan. sehingga dalam pencapaiannya dapat dirasa maksimal.
Konsep dasar sistem komponen sistem informasi
 Dalam sebuah sistem informasi bisnis pun memiliki beberapa komponen penyusun, yaitu :
1.      Teknologi.
Misalnya pada peranan jaringan computer dalam melakukan pemrosesan informasi, baik melalui hardware, software, manajemen data, maupun teknologi telekomunikasi jaringan.
2.      Aplikasi.
Penggunaan aplikasi bisnis dan perdagangan elektronik (ecommerce) melibatkan sistem informasi yang saling berhubungan satu-sama lain.
3.      Pengembangan.
Mengembangkan berbagai cara untuk menggunakan teknologi informasi dalam bisnis, meliputi pendesainan komponenkomponen dasar sistem informasi.
4.      Manajemen.
Mengelola teknologi informasi memiliki penekanan pada kualitas, nilai bisnis yang strategis, dan keamanan sistem informasi organisasi.
Sumber Daya Sistem Informasi Bisnis
            Sumber daya disini adalah merupakan sebuah subsistemsubsistem pembangun dalam pengunaan sistem informasi bisnis. Sistem informasi bisnis secara umum memiliki banyak sumber daya pendukung, tetapi secara mendasar ada 5 sumber daya sistem informasi bisnis, antara lain :
1)      Sumber daya manusia.
Dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
·         User (pemakai), merupakan sumber daya manusia yang menggunakan sistem informasi. Seperti pelanggan, manajer, pemasok, akuntan, dan lain sebagainya.
·     Pakar, merupakan sumber daya manusia yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi. Seperti sistem analis, pembuat software, operator sistem.
2)      Sumber daya hardware.
   Merupakan peralatan fisik ( perangkat keras ) yang digunakan dalam pengeloalan dan pemrosesan sistem informasi.
3)      Sumber daya software.
 Dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu :
·    Software sistem, seperti sistem operasi yang berguna untuk melakukan operasi pada sistem komputer.
·     Software aplikasi, yang memprogram berbagai pemrosesan langsung bagi penggunaan tertentu komputer oleh pemakai akhir. Selain itu juga berperan dalam membantu penyelesaian pekerjaan. Contohnya adalah program analisis penjualan dan program penggajian.
· Prosedur, yang mengoperasikan perintah-perintah bagi orangorang yang akan menggunakan sistem informasi. Contohnya, prosedur entri data dan prosedur pendistribusian cek data.
4)      Sumber daya data.
Termasuk deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian, dan database persediaan.
5)   Sumber daya jaringan. Media komunikasi, pemroses komunikasi, software untuk akses dan pengendalian jaringan.
Aktivitas Sistem Informasi Bisnis
           1.          Input sumber daya data Memindai secara optikal barang – barang dengan pengenal yang menggunakan kode garis.
            2.         Pemrosesan data menjadi informasi Seperti menghitung pembayaran karyawan, pajak dan potongan gaji lainnya.
            3.         Output produk informasi Menghasilkan laporan dan tampilan mengenai kinerja penjualan. Contohnya, seorang manajer penjualan dapat melihat tampilan video untuk memeriksa kinerja seorang tenaga kerja penjualan, menerima pesan suara yang dihasilkan computer melalui telepon, menerima cetakan dari hasil penjualan bulanan.
            4.         Penyimpanan sumber daya data Penyimpanan adalah komponen sistem dasar sistem informasi. Penyimpanan adalah aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi disimpan secara teratur untuk digunakan kemudian.
            5.        Pengendalian kinerja sistem Aktivitas sistem informasi yang penting adalah pengendalian kinerja sistem. Sistem informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai aktivitas input, pemrosesan, output, dan penyimpanan. Umpan balik ini harus diawasi dan dievaluasi untuk menetapkan apakah sistem dapat memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan. Kemudian, aktivitas sistem yang tepat harus disesuaikan agar produk informasi yang tepat dihasilkan bagi para pemakai akhir.
Mengenali Sistem Informasi
Sebagai praktisi bisnis, harus mampu mengenali komponen dasar sistem informasi sehingga nantinya sistem informasi tersebut dapat bernilai maksimal bagi tujuan organisasi. Hal ini berarti harus mampu mengidentifikasi :
·   Sumber daya manusia, hardware, software, data dan jaringan yang digunakan. Artinya harus mampu menentukan segala sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sistem informasi sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga tingkat efektifitas dan efisiensi dapat tercapai.
·     Jenis produk informasi yang dihasilkan. Artinya adalah menentukan jenis sistem informasi apa yang akan dijadikan solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi entah itu SIM, DSS, dan lain sebagainya.
·     Cara melakukan aktivitas input, output, penyimpanan, dan pengendalian. Mengingat hal ini sangat penting dalam kinerja suatu sistem karena terdapat respon antara satu komponen aktivitas dengan komponen aktivitas lainnya yang saling berhubungan, maka sudah seharusnya praktisi bisnis memiliki pengetahuan akan aktivitas sistem informasi bisnis ini, karena kualitas kinerja sistem dapat tercermin dari sini.