Kamis, 28 Mei 2020

SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Resume materi kelompok 7
SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Oleh : Rona Elfiza

A.    Sistem Pengambilan Keputusan pada Bisnis

A.    Trend Sistem Pengambilan Keputusan

Kecepatan perkembangan TI seperti versi komputer jaringan dari software DSS/EIS membuat pendukung keputusan tersedia bagi manajemen tingkat bawah, serta bagi individu nonmanajerial dan tim mandiri dari praktisi bisnis. Inisiatif e-business dan e-commerce yang sedang diimplementasikan oleh banyak perusahaan juga memperluas ekspektasi serta penggunaan informasi dan pendukung keputusan dari karyawan, manajer, pelanggan, pemasok dan mitra bisnis lainnya.

B.     Sistem Pengambilan Keputusan

1.      Mendukung proses pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management by perception.
2.      Adanya interface manusia / mesin dimana manusia (user) tetap memegang control proses  pengambilan keputusan.
3.     Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi terstruktur dan tak struktur.
4.      Memiliki kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.
5.     Memiliki subsistem–subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat            berfungsi sebagai kesatuan item.
6.  Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tingkat manajemen
Dalam sistem pendukung keputusan terdapat tiga jenis keputusan, yaitu :
1.  Keputusan Terstruktur Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang ulang dan  bersifat rutin. Informasi yang dibutuhkan spesifik, terjadwal, sempit, interaktif, real time, internal , dan detail. Prosedur yang dilakukan untuk pengambilan keputusan sangat jelas. Keputusan ini terutama dilakukan pada manajemen tingkat bawah. Contoh: Keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang
2.      Keputusan Semiterstruktur Keputusan semiterstruktur adalah keputusan yang mempunyai sifat yakni sebagian keputusan dapat ditangani oleh komputer dan yang lain tetap harus dilakukan oleh pengambil keputusan. Informasi yang dibutuhkan folus, spesifik, interaktif, internal, real time, dan terjadwal. Contoh: Pengevaluasian kredit
3. Keputusan Tidak Terstruktur Keputusan tak terstruktur adalah keputusan yang penanganannya rumit karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi. Keputusan ini menuntut pengalaman dan  berbagai sumber yang bersifat eksternal. Keputusan ini umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas. Informasi yang dibutuhkan umum, luas, internal, dan eksternal. Contoh: Pengembangan teknologi baru

C.    Online Analytical Processing

OnLine Analytical Processing merupakan perpaduan dinamis analisis dan gabungan dari data multidimensional dalam jumlah yang besar (Connolly dan Begg, 2010). OLAP merupakan kumpulan aturan yang menyediakan sebuah kerangka dimensional untuk mendukung pengambilan keputusan. OLAP juga merupakan sebuah pendekatan secara cepat menyediakan jawaban-jawaban terhadap kueri analitik yang multidimensi. OLAP adalah bagian dari kategori yang lebih global dari pemikiran bisnis, yang juga merangkum hubungan antara pelaporan dan penggalian data.

D.    Menggunakan Sistem Pengambilan Keputusan

Penggunaan SPK melibatkan proses pemodelan analitis yang interaktif. Misalnya, penggunaan paket software DSS untuk pendukung keputusan dapat menghasilkan berbagai tampilan sebagai respon terhadap alternatif perubahan jika-maka yang dimasukkan oleh manajer.

Aktivitas dan contoh jenis utama pemodelan analitis, yaitu: 
1. Jenis Pemodelan Analisis jika-maka
Aktivitas : Mengamati bagaimana perubahan terhadap variabel tertentu mempengaruhi variabel lainnya
Contohnya, Bagaimana jika kita memotong biaya iklan sebesar 10%? Apa yang akan terjadi pada penjualan?
2. Jenis pemodelan Analisis Sensitivitas
Aktivitas : Mengamati bagaimana perubahan yang berulang-ulang pada satu variabel mempengaruhi variabel lainnya.
Contohnya, Mari kita potong biaya iklan sebanyak $100 secara berulangulang, agar kita dapat melihat hubungannya dengan penjualan.
3. Jenis pemodelan Analisis pencarian sasaran
Aktivitas : Membuat perubahan yang berulang-ulang terhadap variable tertentu hingga variabel yang dipilih mencapai nilai sasarannya.
Contohnya, Mari kita naikkan iklan hingga penjualan mencapai $1 juta.

Sistem Informasi Eksekutif Berbasis Komputer
Sistem informasi eksekutif (executive information system), atau EIS, merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi bagi eksekutif mengenai kinerja keseluruhan perusahaan.
Ø    Model EIS
Konfigurasi EIS berbasis komputer biasanya meliputu satu komputer personal. Dalam perusahaan besar PC tersebut dihubungkan dengan mainframe. Konfigurasi perangkat kerasnya mencakup penyimpanan sekunder, kebanyakan  dalam bentuk hard disk, yang menyimpan database eksekutif. Database eksekutif berisi data dan informasi yang telah diproses sebelumnya oleh komputer sentral perusahaan.
Ø    Penyatuan konsep-konsep manajemen
Para eksekutif membangun EIS mereka diatas konsep-konsep dasar manajemen. Tiga konsep yang akan dibahas adalah :
a.       Faktor-faktor penentu keberhasilan
EIS memungkinkan eksekutif memantau seberapa baik perusahaan berjalan dalam hal tujuannya dan faktor-faktor penentu keberhasilannya.

b.      Management by Exception
Tampilan layar yang digunakan eksekutif sering menyertakan mangement by exception dengan membandingkan kinerja yang dianggarkan dengan kinerja aktual. Perangkat lunak EIS dapat mengidentifikasi perkecualian-perkecualian secar otomatis dan membuatnya diperhatikan oleh eksekutif.

c.       Metode metal
Peran utama EIS adalah membuat sintesis, atau menyarikan, data dan informasi bervolume besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut pemampatan informasi (information compression), dan menghasilkan suatu gambaran atau model metal, dari operasi perusahaan.

E.     Enterprise Portal dan Sistem Pengambilan Keputusan (SPK)

Portal informasi perusahaan (enterprise information portal – EIS) adalah interface berbasis web dan perpaduan SIM, DSS, EIS dan teknologi lainnya yang memberikan semua pemakai intranet dan pemakai ekstranet tertentu untuk mengakses berbagai layanan dan aplikasi bisnis internal dan ekstranet. Misalnya, aplikasi internal dapat mencakup akses ke e-mail, situs web proyek, dan kelompok diskusi; layanan mandiri web sumber daya manusia. Manfaat bisnis dari portal informasi perusahaan mencakup penyediaan informasi yang lebih selektif dan spesifik bagi pemakai bisnis, penyediaan akses yang mudah ke sumber daya situs web intranet perusahaan, penyediaan berita bisnis dan industri. Portal informasi perusahaan juga dapat membantu menghindari peselancaran yang berlebihan oleh karyawan di perusahaan dan situs web internet dengan membuat karyawan lebih mudah menerima atau mendapatkan informasi dan layanan yang dibutuhkan, sehingga memperbaiki produktivitas tenaga kerja perusahaan.

F.     Knowladge  Management System

Pengetahuan setiap individu didalam organisasi atau perusahaan tentunya berbeda – beda sehingga menyebabkan pengetahuan itu tidak berkembang secara merata didalam lingkungannya. Sehingga, Knowledge Management menjadi salah satu solusi untuk membantu pengolahan pengetahuan, sehingga seorang individu didalam organisasi atau perusahaan dapat memiliki pengetahuan yang sama, kemudian dengan pengetahuan yang sama itu dapat membantu mengembangkan sebuah organisasi atau pun perusahaan.
KM terbentuk dari suatu pengetahuan, dimana pengetahuan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1)                  Tacit Knowledge
Merupakan suatu pengetahuan yang tidak mudah digambarkan dan dibagikan, pengetahuan ini berupa suatu pengalaman dan keahlian yang dimiliki oleh masing – masing individu dimana pengetahuan tersebut belum terdokumentasikan, pengetahuan ini didapatkan atau berkembang melalui interaksi dan komunikasi dengan orang lain.
2)                  Explicit Knowledge
Merupakan suatu pengetahuan yang telah berhasil terdokumentasikan, yang memiliki suatu sifat struktural, sistematis dan mudah untuk dikomunikasikan dan dibagikan kepada orang lain. Pengetahuan ini dapat berupa : buku, jurnal, karya ilmiah, referensi atau lainnya. Pengetahuan ini didapatkan dan berkembang dari isi dan informasi yang ada didalamnya.
3)                  Potential Knowledge
Merupakan suatu pengetahuan yang digunakan untuk melakukan suatu analisis data dan mengubah data menjadi sebuah pengetahuan. Pengetahuan ini didapatkan dan berkembang dari hasil analisis terhadap data yang ada.
Manfaat dan Goals dari Knowledge Management
           Dalam penerapan suatu KM di suatu organisasi atau perusahaan, dapat membantu                       terciptanya sebuah proses bisnis yang lebih baik dalam berjalannya sistem. Berikut beberapa                manfaat yang dapat diterima dengan adanya penerapan KM, seperti:
§     Penghematan waktu dan biaya
KM yang diterapkan, dapat membuat organisasi atau perusahaan mengeluarkan waktu atau pun biaya untuk mencari pengetahuan yang sama, setiap terjadinya suatu perubahan SDM didalamnya.
§     Peningkatan aset pengetahuan
KM yang telah diterapkan, dapat membantu tiap individu didalam organisasi atau perusahaan tidak perlu mempelajari ulang dari awal lagi, tetapi dengan KM ini mereka dapat mempelajari nya dengan cepat, sehingga mampu meningkatkan kompetensi dari tiap – tiap individu.
§     Meningkatkan pengambilan keputusan
Dengan adanya KM, individu didalamnya dapat mendapatkan informasi–informasi atau laporan sebelumnya pada organisasi atau perusahaan, sehingga tidak terjadi suatu keputusan yang salah pada kondisi yang sama.

B.     Teknologi Artificial Intelligence pada Bisnis

A.    Bisnis dan Artificial Intelligence

Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen (masyarakat) dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba (profit). Pada dasarnya, kita melakukan bisnis adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit).
Kecerdasan buatan (AI) memungkinkan mesin untuk belajar dari pengalaman, menyesuaikan input-input baru dan melaksanakan tugas seperti manusia. Sebagian besar contoh AI yang Anda dengar dewasa ini – mulai dari komputer yang bermain catur hingga mobil yang mengendarai sendiri – sangat mengandalkan pembelajaran mendalam dan pemrosesan bahasa alamiah. Dengan menggunakan teknologi ini, komputer dapat dilatih untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu dengan memproses sejumlah besar data dan mengenali pola dalam data. Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan oleh manusia ke dalam suatu sistem teknologi, diatur dan dikembangkan dalam konteks ilmiah, bentukan dari kecerdasan entitas  ilmiah yang ada.

B.     Overview Artificial Intelligence

Jenis-jenis Kecerdasan Buatan
Dalam perkembangannya kecerdasan buatan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
§  Sistem Pakar (Expert System), komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.
§  Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing), user dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misal bahasa inggris, bahasa indonesia, dan sebagainya.
§  Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.
§  Robotika & Sistem Sensor.
§  Computer Vision, menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer.
Pengaruh Kecerdasan Buatan Dalam Dunia Bisnis.
1.      Banyak Lapangan Pekerjaan Yang Diambil Alih Oleh Kecerdasan Buatan
Kengerian bahwa pengembangan AI mungkin akan setara dengan kecerdasan manusia, bahkan melebihi kecerdasan manusia itu sendiri, juga bahwa ada implikasi negatif AI terhadap kemanusiaan di masa depan. Banyak sektor pekerjaan yang akan diambil alih oleh mesin-mesin cerdas ini. Beberapa contoh sektor pekerjaan yang akan diambil alih oleh kecerdasan buatan antara lain : barista (peracik kopi), telemarketer, auditor, teller bank, sales retail, kurir barang yang mungkin tergantikan drone yang cerdas, dan masih banyak lagi.
2.      Muncul Banyak Jenis Pekerjaan Baru
Sama halnya di masa mendatang, ketika mesin-mesin cerdas ini menggantikan banyak pekerjaan manusia, akan muncul banyak kebutuhan agar mesin-mesin cerdas ini diajari sedemikian rupa oleh manusia agar hasil pekerjaannya semakin mendekati hasil yang diharapkan. Akan muncul banyak sektor pekerjaan baru yang mungkin belum ada saat ini. Pekerjaan ini sejenis pekerjaan yang bertugas mengajari algoritma mesin-mesin cerdas ini agar bisa mengantisipasi segala macam kemungkinan kondisi dunia nyata.

Kelebihan dan Kekurangan Artificial Inteligence
Kelebihan Artificial Intelligence
§   Kemampuan menyimpan data yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
§   Memiliki ketepatan dan kecepatan yang sangat akurat dalam sistem kerjanya.
§   Dapat digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau bosan.
Kekurangan Artificial Intelligence
§   Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia.
§   Kecerdasan yang ada pada artificial intelligence terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.





Kamis, 07 Mei 2020

SISTEM BISNIS ELEKTRONIK

Resum Materi kelompok 5

SISTEM BISNIS ELEKTRONIK
Oleh: Rona Elfiza
A.    Sistem Bisnis Elektronik
Bisnis elektronik asli di buat oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM, yaitu penggunan Internet serta jaringan dan informasi teknologi lainnya untuk mendukung perdagangan komersial, kerja sama dan komunikasi perusahaan, dan situs yang mendukung proses bisnis, baik dari jaringan perusahaan dan dengan pelanggan – pelanggan serta mitra bisnisnya.
E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

B.     Sistem Bisnis Enteprise
Sistem Bisnis Enterprise adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan seperti perusahaan di bidang manufaktur maupun jasa yang berperan untuk mengintegrasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan yang bersangkutan.
1.      Aplikasi Cross-Functional Enterprise
Sistem Lintas Fungsi Perusahaan atau yang lebih dikenal dengan CrossFunctional Enterprise System adalah sistem informasi yang melintas batas berbagai area fungsional suatu bisnis agar dapat mengintegrasikan serta mengotomatisasikan proses bisnis. Salah satu aplikasi dari Cross-functional Enterprise System adalah Customer Relationship Management (CRM). Customer Relationship Management (CRM) merupakan aplikasi yang mengintegrasikan dan mengotomatiskan berbagai proses pelayanan pelanggan dalam penjualan, pemasaran langsung, account and order management, dukungan dan pelayanan pelanggan.  Mulai dari tahap penawaran barang sampai dengan membuat order penjualan dan pemenuhan order, CRM memberikan fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk memaksimalkan tingkat efisiensi kemampuan penjualan, seperti:
a.       Memberikan penawaran dan melakukan kalkulasi penjualan
b.      Menjanjikan pengiriman barang
c.       Mengentry order penjualan
d.      Memproses pengembalian barang.

2.      Aplikasi Integrasi Perusahaan
Perangkat lunak EAI memunkinkan pengguna untuk memodelkan proses bisnis yang terlibat dalam interaksi yang terjadi diantara aplikasi bisnis. EAI juga menyediakan perangkat penengah yang menyajikan data konvesi dan koordinasi, aplikasi komunikasi dan layanan pesan, serta 8 akses ke aplikasi antarmuka yang dibatalkan. Oleh karena itu, perangkat lunak EAI dapat mengintergrasi berbagai aplikasi perusahaan yang memungkinkan mereka bertukar data menurut aturan yang dikeluakan dari model proses bisnis yang dikembangkan oleh pengguna. Sebagai contoh, aturan yang biasa mungkin saja: Ketika sebuah pesan telah lengkap, aplikasi pesanan menyampaikan sistem akutansi untuk mengirim tagihan dan mengingatkan pengiriman untuk mengantarkan produk.

3.      Sistem Pengolahan Transaksi
Sistem pengolahan transaksi (Transaction Processing System-TPS) adalah sistem informasi lintas fungsional dimana proses data dihasilkan dari keberadaan transaksi bisnis.
Sebagai contoh, data yang dihasilkan saat bisnis menjual sesuatu kepada pelanggan secara kredit, baik took ritel atau sebuah situs perdagangan komersial. Data tentang pelanggan, produk, tenaga penjual, took dan lain-lain, harus tercakup dan terproses.
Siklus Pengolahan Transaksi
• Pendataan Merupakan langkah pertama dari siklus pengolahan transaksi adalah menangkap data bisnis.
• Pengolahan Transaksi Sistem pengolahan transaksi mengolah data dengan dua cara: (1) pengolahan kelompok, di mana data transaksi di skumulasikan selama satu periode waktu dan diproses secara periodic,
(2) pengolahan seketika (juga disebut dengan pengolahan online), dimana data di olah segera setelah transaksi muncul.
4.      Sistem Kolaborasi Enterprise
Sistem kolaborasi perusahaan (enterprise collaboration system-ECS) adalah sistem informasi lintas fungsional yang memperluas komunikasi koordinasi, dan kolaborasi diantara anggota tim bisnis dan kelompok kerja.
ujuan sistem kolaborasi perusahaan adalah untuk memudahkan kita bekerja bersama-sama dengan mudah dan efektif dengan membantu kita untuk:
·         Berkomunikasi : Saling membagi informasi
·         Berkoordinasi : Mengoordinasi usaha kerja individual kita dan menggunakan sumber-sumber daya
·         Berkolaborasi : Bekekerja sama secara kooperatif pada proyek-proyek dan penugasan.
C.     Sistem Bisnis Fungsional
Sistem bisnis fungsional merupakan sistem informasi yang ditujukan untuk memberikan informasi yag berkaitan dengan bisnis perusahaan kepada kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.

1.      Sistem Pemasaran
Merupakan sistem informasi yang enyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran. Sistem ini mendukung keputusan yang berkaitan dengan pembauran pasar (marketing mix), yang mencakup: produk (barang dan jasa) yang perlu ditawarkan, tempat yang menjadi sasaran pemasaran, promosi yang perlu dilakukan, harga produk.
Fungsi bisnis pemasaran memperhatikan perencanaan, promosi dan penjualan produk yang ada di pasar, serta pengembangan produk baru dan pasar baru untuk menarik dan melayani pelanggan baru dan potensial dengan lebih baik. Berikut tiga aplikasi dari pemasaran.

a.        Pemasaran Interaktif
Tujuan pemasaran interaktif adalah untuk memungkinkan perusahaan menggunakan jaringan-jaringan yang menguntungkan tersebut untuk menarik dan menjaga pelanggan yang akan menjadi rekanan dengan bisnis dalam pembuatan, pembelian dan peningkatan produk dan layanan.

b.                  Target Pemasaran
                        target pemasaran adalah sebuah konsep manajemen penklanan dan promosi yang mencakup lima komponen target, yaitu:
1)      Komunitas. Perusahaan dapat menyesuaikan pesan iklan dan metode promosi mereka untuk menarik orang dalam komunitas khusus. Mereka dapat berupa ketertarikan komunitas. seperti komunitas virtual pada penyuka olahraga online.
2)      Konten. Periklanan, seperti papan iklan atas spanduk. dapat ditempatkan di berbagal situs pilihan, selain di dalam sltus perusahaan.
3)      Konteks. Periklanan muncul hanya dl halaman sltus yang ada hubungannya dengan konten suatu produk atau layanan. Jadi, periklanan ditargetkan hanya kepada orang orang yang slap mencari lnformasl tentang suatu subjek masalah (misalnya, perjalanan llburan)
4)      Demografi/Psikografis. Usaha pemasaran situs dapat dltujukan hanya pada jenis-jenis atau kelas orang orang khusus.
5)      Perilaku Konsumen.
Ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk mengikuti perilaku online seseorang pada situsnya, sehingga usaha pemasaran (seperti kupon yang dapat ditebus pada toko ritel atau situs perdagangan komersial) yang dapat ditargetkan kepada individu dalam setiap kunjungan ke situsnya.

2.      Sistem Manufacturing/Pabrikasi
                        MRP atau Material Requirement Planning adalah sebuah system software yang berkemampuan mengintegrasi beberapa system informasi yang berkaitan dengan produksi guna menyesuaikan dengan jadwal produksi secara otomatis. Fungsi utama system MRP adalah memperbaiki system persediaan dan system penjadwalan produksi agar menghasilkan informasi yang akurat dan mutakhir guna keperluan manajemen produksi.
                         
3.      Sistem Akuntansi
                        Sistem Informasi Akuntansi adalah yang tertua dan paling banyak menggunakan sistem informasi dalam bisnis. Mereka mencatat dan melaporkan transaksi bisnis dan peristiwa ekonomi lainnya. Sistem akuntansi berbasis komputer mencatat dan melaporkan aliran dana melalui sebuah organisasi yang berbasis historis dan membuat laporan keuangan penting, seperti neraca saldo dan laporan pendapatan. Sistem seperti ini juga membuat perkiraan kondisi masa depan, seperti laporan keuangan terproyeksi dan anggaran keuangan. Kinerja keuangan sebuah perusahaan diukur terhadap perkiraan oleh laporan akuntansi analitis lain.

4.      Sistem Manajemen Keuangan
Sistem manajemen keuangan berbasis komputer mendukung manajer dan pelaku bisnis dalam memutuskan terkait dengan (1) pendanaan bisnis dan (2) alokasi dan pengendalian sumber daya keuangan dalam sebuah bisnis. Kategori sistem manajemen keuangan yang utama termasuk manajemen kas dan investasi, penganggaran modal, anggaran keuangan, dan perencanaan keuangan.








Analisis keuangan juga umumnya menggunakan pengolahan angka elektronik dan perangkat lunak perencanaan keuangan lain untuk mengevaluasi kinerja keuangan saat ini dan terproyeksi dari sebuah bisnis. Mereka juga membantu menentukan kebutuhan pendanaan dari sebuah bisnis dan menganalisis metode alternatif terhadap pendanaan.
Analisis keuangan menggunakan anggaran keuangan yang memperhatikan situasi ekonomi, operasi bisnis, jenis pendanaan yang tersedia, tingkat bunga, dan harga saham dan obligasi untuk mengembangkan rencana pendanaan optimal untuk bisnis.