NAMA :
RONA ELFIZA
NIM :
11170850000022
TUGAS :
RESUME DASAR-DASAR INFORMASI BISNIS
MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DASAR-
DASAR SISTEM INFORMASI BISNIS
Konsep dasar
sistem informasi bisnis
Teknologi
informasi
Istilah
TI (Teknologi Informasi) atau IT (Information Technology) yang populer saat ini
adalah bagian dari mata rantai panjang dari perkembangan istilah dalam dunia SI
(Sistem Informasi) atau istilah IS ( Information System ). Istilah TI memang
lebih merujuk pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikan maupun mengolah
informasi, namun pada dasarnya masih merupakan bagian dari sebuah sistem
informasi itu sendiri.
Sistem
Informasi Bisnis, yaitu merupakan kumpulan dari berbagai informasi yang
memiliki kesatuan antara satu dan yang lainnya yang ditujukan untuk kepentingan
bisnis. Dalam mendukung penyampaian suatu informasi maka dimanfaatkanlah
teknologi informasi, yang menggunakan teknologi computer sebagai media utama
dalam penyampaian informasi. Istilah ini sendiri merupakan perkembangan dari
istilah Sistem Informasi ( information system ). Semakin tinggi kualitas
teknologi informasi yang digunakan maka tingkat efektfitas dan efisiensi nya
semakin baik.
Kerangka kerja
konseptual system informasi :
·
Konsep
-konsep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan
manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan peran sistem informasi.
Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar yang berasal dari teori sistem
umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan untuk mengembangkan
aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.
·
Teknologi
informasi
Konsep - konsep utama, pengembangan, dan
berbagai isu manajemen teknologi informasi yaitu meliputi hardware, software,
jaringan, manajemen data, dan banyak teknologi berbasis internet.
·
Aplikasi
bisnis
Penggunaan
utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan kompetitif
bisnis.
· Proses pengembangan
Bagaimana
para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dan
mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis.
·
Tantangan
manajemen
Tantangan
untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkatpemakai
akhir, perusahaan, dan global dalam bisnis.
Aturan dasar SI
pada Bisnis
Ada
tiga aturan vital agar sistem informasi untuk perusahaan bisnis, yaitu:
·
Dukungan
terhadap proses dan operasi bisnis.
·
Dukungan
terhadap pengambilan keputusan oleh pegawai dan manajer.
·
Dukungan
strategi untuk keunggulan bersaing
Trend Sistem
Informasi
Trend yang dominan
dalam Sistem Informasi :
· Inisiatif
dan penanggung jawab tidak lagi dilakukan hanya oleh CIO (Chief Information
Officer) sendiri, tapi juga oleh Executive Board;
· Pergeseran
peran IS Department dari sebagai Application delivery menjadi System
integration dan pengembang infrastruktur;
·
Perkembangan
internet dan intranet menghasilkan world wide connectivity dan memungkinkan
adanya common user interface untuk semua system.
Perlunya System Integration
Perkembangan
komputerisasi dalam suatu organisasi yang tidak bersamaan dan terpisah-pisah
(scattered); Hambatan teknologi yang dapat diatasi oleh berbagai alat bantu
(tools) yang dapat dijumpai dengan mudah oleh pemakai.
Aturan
E-Business pada Bisnis
1.
Komunikasi
Yang
dimaksud dengan komunikasi adalah adanya fasilitas atau media yang memungkinkan
terjadinya pertukaran informasi, layanan, transaksi elektronik (pemesanan dan
pembayaran secara elektronik) dan perpindahan barang dari penjual ke pembeli.
Media komunikasi yang memadai yang bisa mempertemukan pelaku e-Business menjadi
syarat utama terselenggaranya.
2.
Komersial
(Perdagangan)
Sisi
komersial yang disyaratkan pada e-Business adalah adanya sistem untuk melakukan
transaksi online mulai dari promosi barang, pemesanan barang, pembayaran dan
pengiriman barang. Pembeli barang memesan barang tidak memerlukan melihat
barang secara langsung tetapi melalui gambar atau spesifikasi yang tercantum
dalam website. Sedangkan untuk pemesanan, sistem shopping online terhubung
dengan sistem inventory untuk mengetahui stock barang sehingga barang yang
dibeli memang ada. Untuk pembayaran, sistem shopping online harus terhubung
dengan otoritas pembayaran misalnya bank atau penyedia kartu kredit agar nilai
yang dibayarkan oleh pembeli berasal dari alat pembayaran yang sah dan memiliki
nilai yang cukup.
3.
Proses
Bisnis
Setiap
pelaku e-Business yang ingin melalukan transaksi elektronik dan mendapatkan
manfaat semaksimal mungkin dari eBusiness harus melakukan optimalisasi proses
bisnis internal dengan memanfaatkan teknologi informasi agar aliran informasi,
transaksi, maupun lama pengiriman barang menjadi dipersingkat, biaya transaksi
menjadi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan perdagangan yang dilakukan
secara tradisional.
4.
Layanan
Bagi
setiap institusi yang menjadi pelaku e-Business, penggunaan teknologi informasi
dan internet seharusnya menjadikan layanan ke customer menjadi lebih baik,
lebih ekonomis, dan lebih terjangkau. Misalnya, dimensi barang yang ditawarkan
beserta spesifikasinya bisa diperiksa lebih seksama sebelum dibeli (diakses
melalui website), tidak diperlukan toko secara fisik, dan bisa diakses dari
mana saja dengan menggunakan internet. Bahkan dengan sistem informasi, customer
bisat dilayani secara khusus dan personal karena datadata aktifitas customer
direkam dan bisa dilakukan analisis untuk meningkatkan pelayanan.
5.
Learning
Untuk
meningkatkan ”awareness” baik diantara pengguna maupun pelaku e-Business,
proses edukasi sangat penting agar semakin banyak anggota masyarakat yang
menyadari manfaat
dan
kelebihan dari transaksi online. Perbedaan dengan transaksi tradisional adalah
pembeli dan penjual tidak perlu belajar sebelum melakukan transaksi sedangkan
transaksi online karena pengguna maupun pelaku tidak berhadapan dengan manusia
tetapi dengan mesin komputer maka diperlukan proses edukasi agar mereka bisa menggunakan
fasilitas atau media transaksi dengan lancar.
6.
Kolaborasi
Satu
siklus transaksi online antara penjual dan pembeli melibatkan stakeholder lain
yang harus berkolaborasi untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Pada saat
pembayaran maka akan terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan
bank atau penyedia kartu kredit untuk menyelesaikan proses pembayaran. Setelah
dibayar maka terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan gudang,
dan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan barang sampai ke pembeli. Pihak
lain yang juga terlibat adalah pihak asuransi untuk melakukan penjaminan
transaksi maupun atas barang yang dikirim. Kolaborasi yang terjadi dalam
e-Business.
7.
Komunitas
Dalam
dunia maya (world wide web) komunitas merupakan salah satu indikator untuk
mengukur aktifitas pengguna. Dalam eBusiness, komunitas merupakan media yang
cukup penting untuk belajar dan memperbaiki diri secara terus menerus baik dari
sisi pelaku maupun pengguna dalam hal produk, layanan, maupun mekanisme
transaksi.
Perspektif di atas merupakan dasar dari konsep e-Business yang bisa
dikembangkan secara kontemporer dengan mempertimbangkan kondisi saat ini untuk
pengembangan di masa depan.
Untuk meningkatkan kemungkinan sukses dalam e-Business dan mengurangi
resiko kegagalan maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan
identifikasi faktor sukses. Dari pengalaman sebelumnya, sukses faktor paling
menentukan adalah kombinasi dari faktor-faktor berikut:
1.
Biaya
(cost)
E-Business
perlu menjamin terjadinya ’cost efficiency’ melalui efisiensi waktu atau volume
penjualan yang lebih besar dengan melakukan optimasi pada proses logistik
langsung dari warehouse ke pembeli.
2.
Komersial
(commerce)
Memaksimalkan
keuntungan (profitabilitas) dilakukan dengan melakukan reengineering seluruh
proses bisnis sehingga selain menurunkan biaya operasional juga meningkatkan
kepuasan pelanggan dan pada akhirnya menaikkan volume penjualan.
3.
Konten
(content)
Informasi tentang produk atau layanan, berita
yang selalu up to date, informasi yang berguna misalnya tip, advice, variasi
produk atau layanan pendukung yang dibarengi dengan kualitas produk dan layanan
yang prima sehingga pelanggan merasa dilayani secara personal merupakan kunci
sukses utama.
4.
Komunitas
(community)
Komunitas merupakan media tempat pertukaran
pengalaman, membentuk interest group sehingga menjadi sarana yang efektif untuk
membentuk opini pelanggan, membangun permintaan (generate demand) dan
melindungi kepentingan pengguna maupun pelaku. Komunitas merupakan cara yang
efektif untuk meningkatkan retensi pelanggan sehingga biaya untuk mendapatkan
pelanggan baru menjadi minimal.
5.
Kenyamanan
(convenience)
Kenyamanan
dalam melakukan transaksi online merupakan salah satu kunci sukses. Navigasi
yang mudah, cepat, dan informatif akan membuat pengguna menyukai cara
bertransaksi online. Sedangkan kerumitan nagivasi yang memerlukan beberapa kali
clik dan tidak memberikan petunjuk yang mudah dan cepat bisa menyesatkan
pengguna dan membuat pengguna tidak kembali lagi.
6.
Konektifitas
(connectivity)
Ketersediaan
koneksi yang cepat juga merupakan faktor penentu kesuksesan transaksi online.
Respon yang cepat dan tidak terputus akan membuat pengguna merasakan manfaat
yang nyata dari e-Business.
Dengan ke enam faktor sukses tersebut diharapkan pelaku eBusiness
bisa mempersiapkan diri dengan secara lebih komprehensif. Untuk mengetahui
tingkat kesuksesan pelaku eBusiness ukuran yang bisa digunakan adalah
penerimaan pengguna (customer acceptance) yang direpresentasikan dengan jumlah
customer online, patuh aturan (legal authorities compliance), dukungan dari
third parties (supply chain support) dan indikator finansial.
Kebijakan e-Business tidak hanya mengatur/memfasilitasi tindakan
pra-transaksi tetapi juga post-transaksi dimana ada 3 hal penting yang harus
ditangani antara lain:
1. Keabsahan
transaksi dimana ada pemegang otoritas yang melakukan settlement bahwa
transaksi sudah selesai dan diterima oleh penjual dan pembeli
2. Masalah
legal misalnya pelanggaran hak cipta. Diperlukan proses hukum dengan mengacu
pada undang-undang yang mengatur hak cipta untuk barang yang diperdagangkan
secara elektronis
3. Gangguan
keamanan pada transaksi online misalnya pencurian nomor kartu kredit, fraud,
penyalahgunaan user id dan password, dll.
Tipe Sistem
Informasi
Dalam bagian ini kita akan menjelaskan kategori-kategori spesifik
dari sistem yang melayani tiap level
organisasi. Ada 6 tipe sistem informasi yaitu :
1.
Transaction
processing systems (TPS) adalah sistem terkomputerisasi yang menjalankan dan
menyimpan transaksi rutin sehari-hari untuk menjalankan bisnis. Sistem ini
bekerja pada level operasional. Input pada level ini adalah transaksi dan
kejadian. Proses dalam sistem ini meliputi pengurutan data, melihat data,
memperbaharui data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang detail, daftar
lengkap dan ringkasan.
2. Knowledge
work systems (KWS) adalah sistem informasi yang membuat dan mengintegrasikan
pengetahuan baru ke organisasi.
3. Office
Automation Systems (OAS) adalah sistem komputer seperti pengolah kata, e-mail,
dan sistem penjadwalan, yang didesain untuk meningkatkan produktifitas dari
data workers di organisasi. Nomor 2 dan 3 melayani knowledge level.
4. Management
Information Systems adalah sistem informasi pada management-level sebuah
organisasi yang melayani fungsifungsi perencanaan, pengendalian dan pengambilan
keputusan yang dibuat dengan menyediakan ringkasan rutin dan laporan periodik.
5. Decision-support
systems (DSS) adalah sistem informasi di management-level sebuah organisasi
yang mengkombinasikan data dan model analitis yang rumit untuk mendukung
pengambilan keputusan yang terstruktur dan semi terstruktur.
6. Executive
support systems (ESS) adalah sistem informasi pada strategic-level sebuah
organisasi yang dirancang untuk tujuan pengambilan keputusan yang tidak
terstruktur.
Tantangan
manajerial
Bagaimana
mengefektifkan dan mengatur dengan baik fungsi dari sumber daya IS dan IT untuk
mencapai puncak hasil dan nilai bisnis dalam mendukung strategi-strategi bisnis
dari perusahaan. sehingga dalam pencapaiannya dapat dirasa maksimal.
Konsep dasar
sistem komponen sistem informasi
Dalam sebuah sistem informasi bisnis pun
memiliki beberapa komponen penyusun, yaitu :
1.
Teknologi.
Misalnya pada peranan jaringan computer dalam
melakukan pemrosesan informasi, baik melalui hardware, software, manajemen
data, maupun teknologi telekomunikasi jaringan.
2.
Aplikasi.
Penggunaan
aplikasi bisnis dan perdagangan elektronik (ecommerce) melibatkan sistem
informasi yang saling berhubungan satu-sama lain.
3.
Pengembangan.
Mengembangkan
berbagai cara untuk menggunakan teknologi informasi dalam bisnis, meliputi
pendesainan komponenkomponen dasar sistem informasi.
4.
Manajemen.
Mengelola
teknologi informasi memiliki penekanan pada kualitas, nilai bisnis yang
strategis, dan keamanan sistem informasi organisasi.
Sumber Daya
Sistem Informasi Bisnis
Sumber
daya disini adalah merupakan sebuah subsistemsubsistem pembangun dalam
pengunaan sistem informasi bisnis. Sistem informasi bisnis secara umum memiliki
banyak sumber daya pendukung, tetapi secara mendasar ada 5 sumber daya sistem
informasi bisnis, antara lain :
1)
Sumber
daya manusia.
Dapat
dibagi menjadi 2, yaitu :
·
User
(pemakai), merupakan sumber daya manusia yang menggunakan sistem informasi.
Seperti pelanggan, manajer, pemasok, akuntan, dan lain sebagainya.
· Pakar,
merupakan sumber daya manusia yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem
informasi. Seperti sistem analis, pembuat software, operator sistem.
2)
Sumber
daya hardware.
Merupakan peralatan fisik ( perangkat keras ) yang digunakan
dalam pengeloalan dan pemrosesan sistem informasi.
3)
Sumber
daya software.
Dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu :
· Software
sistem, seperti sistem operasi yang berguna untuk melakukan operasi pada sistem
komputer.
· Software
aplikasi, yang memprogram berbagai pemrosesan langsung bagi penggunaan tertentu
komputer oleh pemakai akhir. Selain itu juga berperan dalam membantu
penyelesaian pekerjaan. Contohnya adalah program analisis penjualan dan program
penggajian.
· Prosedur,
yang mengoperasikan perintah-perintah bagi orangorang yang akan menggunakan
sistem informasi. Contohnya, prosedur entri data dan prosedur pendistribusian
cek data.
4)
Sumber
daya data.
Termasuk
deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian, dan database persediaan.
5) Sumber
daya jaringan. Media komunikasi, pemroses komunikasi, software untuk akses dan
pengendalian jaringan.
Aktivitas
Sistem Informasi Bisnis
1. Input
sumber daya data Memindai secara optikal barang – barang dengan pengenal yang
menggunakan kode garis.
2. Pemrosesan
data menjadi informasi Seperti menghitung pembayaran karyawan, pajak dan
potongan gaji lainnya.
3. Output
produk informasi Menghasilkan laporan dan tampilan mengenai kinerja penjualan.
Contohnya, seorang manajer penjualan dapat melihat tampilan video untuk
memeriksa kinerja seorang tenaga kerja penjualan, menerima pesan suara yang
dihasilkan computer melalui telepon, menerima cetakan dari hasil penjualan
bulanan.
4. Penyimpanan
sumber daya data Penyimpanan adalah komponen sistem dasar sistem informasi.
Penyimpanan adalah aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi
disimpan secara teratur untuk digunakan kemudian.
5. Pengendalian
kinerja sistem Aktivitas sistem informasi yang penting adalah pengendalian
kinerja sistem. Sistem informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai
aktivitas input, pemrosesan, output, dan penyimpanan. Umpan balik ini harus diawasi
dan dievaluasi untuk menetapkan apakah sistem dapat memenuhi standar kinerja
yang telah ditetapkan. Kemudian, aktivitas sistem yang tepat harus disesuaikan
agar produk informasi yang tepat dihasilkan bagi para pemakai akhir.
Mengenali
Sistem Informasi
Sebagai
praktisi bisnis, harus mampu mengenali komponen dasar sistem informasi sehingga
nantinya sistem informasi tersebut dapat bernilai maksimal bagi tujuan
organisasi. Hal ini berarti harus mampu mengidentifikasi :
· Sumber
daya manusia, hardware, software, data dan jaringan yang digunakan. Artinya
harus mampu menentukan segala sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan
sistem informasi sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga tingkat efektifitas
dan efisiensi dapat tercapai.
· Jenis
produk informasi yang dihasilkan. Artinya adalah menentukan jenis sistem
informasi apa yang akan dijadikan solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi
entah itu SIM, DSS, dan lain sebagainya.
· Cara
melakukan aktivitas input, output, penyimpanan, dan pengendalian. Mengingat hal
ini sangat penting dalam kinerja suatu sistem karena terdapat respon antara
satu komponen aktivitas dengan komponen aktivitas lainnya yang saling
berhubungan, maka sudah seharusnya praktisi bisnis memiliki pengetahuan akan
aktivitas sistem informasi bisnis ini, karena kualitas kinerja sistem dapat
tercermin dari sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar