Kamis, 07 Mei 2020

SISTEM BISNIS ELEKTRONIK

Resum Materi kelompok 5

SISTEM BISNIS ELEKTRONIK
Oleh: Rona Elfiza
A.    Sistem Bisnis Elektronik
Bisnis elektronik asli di buat oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM, yaitu penggunan Internet serta jaringan dan informasi teknologi lainnya untuk mendukung perdagangan komersial, kerja sama dan komunikasi perusahaan, dan situs yang mendukung proses bisnis, baik dari jaringan perusahaan dan dengan pelanggan – pelanggan serta mitra bisnisnya.
E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

B.     Sistem Bisnis Enteprise
Sistem Bisnis Enterprise adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan seperti perusahaan di bidang manufaktur maupun jasa yang berperan untuk mengintegrasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan yang bersangkutan.
1.      Aplikasi Cross-Functional Enterprise
Sistem Lintas Fungsi Perusahaan atau yang lebih dikenal dengan CrossFunctional Enterprise System adalah sistem informasi yang melintas batas berbagai area fungsional suatu bisnis agar dapat mengintegrasikan serta mengotomatisasikan proses bisnis. Salah satu aplikasi dari Cross-functional Enterprise System adalah Customer Relationship Management (CRM). Customer Relationship Management (CRM) merupakan aplikasi yang mengintegrasikan dan mengotomatiskan berbagai proses pelayanan pelanggan dalam penjualan, pemasaran langsung, account and order management, dukungan dan pelayanan pelanggan.  Mulai dari tahap penawaran barang sampai dengan membuat order penjualan dan pemenuhan order, CRM memberikan fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk memaksimalkan tingkat efisiensi kemampuan penjualan, seperti:
a.       Memberikan penawaran dan melakukan kalkulasi penjualan
b.      Menjanjikan pengiriman barang
c.       Mengentry order penjualan
d.      Memproses pengembalian barang.

2.      Aplikasi Integrasi Perusahaan
Perangkat lunak EAI memunkinkan pengguna untuk memodelkan proses bisnis yang terlibat dalam interaksi yang terjadi diantara aplikasi bisnis. EAI juga menyediakan perangkat penengah yang menyajikan data konvesi dan koordinasi, aplikasi komunikasi dan layanan pesan, serta 8 akses ke aplikasi antarmuka yang dibatalkan. Oleh karena itu, perangkat lunak EAI dapat mengintergrasi berbagai aplikasi perusahaan yang memungkinkan mereka bertukar data menurut aturan yang dikeluakan dari model proses bisnis yang dikembangkan oleh pengguna. Sebagai contoh, aturan yang biasa mungkin saja: Ketika sebuah pesan telah lengkap, aplikasi pesanan menyampaikan sistem akutansi untuk mengirim tagihan dan mengingatkan pengiriman untuk mengantarkan produk.

3.      Sistem Pengolahan Transaksi
Sistem pengolahan transaksi (Transaction Processing System-TPS) adalah sistem informasi lintas fungsional dimana proses data dihasilkan dari keberadaan transaksi bisnis.
Sebagai contoh, data yang dihasilkan saat bisnis menjual sesuatu kepada pelanggan secara kredit, baik took ritel atau sebuah situs perdagangan komersial. Data tentang pelanggan, produk, tenaga penjual, took dan lain-lain, harus tercakup dan terproses.
Siklus Pengolahan Transaksi
• Pendataan Merupakan langkah pertama dari siklus pengolahan transaksi adalah menangkap data bisnis.
• Pengolahan Transaksi Sistem pengolahan transaksi mengolah data dengan dua cara: (1) pengolahan kelompok, di mana data transaksi di skumulasikan selama satu periode waktu dan diproses secara periodic,
(2) pengolahan seketika (juga disebut dengan pengolahan online), dimana data di olah segera setelah transaksi muncul.
4.      Sistem Kolaborasi Enterprise
Sistem kolaborasi perusahaan (enterprise collaboration system-ECS) adalah sistem informasi lintas fungsional yang memperluas komunikasi koordinasi, dan kolaborasi diantara anggota tim bisnis dan kelompok kerja.
ujuan sistem kolaborasi perusahaan adalah untuk memudahkan kita bekerja bersama-sama dengan mudah dan efektif dengan membantu kita untuk:
·         Berkomunikasi : Saling membagi informasi
·         Berkoordinasi : Mengoordinasi usaha kerja individual kita dan menggunakan sumber-sumber daya
·         Berkolaborasi : Bekekerja sama secara kooperatif pada proyek-proyek dan penugasan.
C.     Sistem Bisnis Fungsional
Sistem bisnis fungsional merupakan sistem informasi yang ditujukan untuk memberikan informasi yag berkaitan dengan bisnis perusahaan kepada kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.

1.      Sistem Pemasaran
Merupakan sistem informasi yang enyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran. Sistem ini mendukung keputusan yang berkaitan dengan pembauran pasar (marketing mix), yang mencakup: produk (barang dan jasa) yang perlu ditawarkan, tempat yang menjadi sasaran pemasaran, promosi yang perlu dilakukan, harga produk.
Fungsi bisnis pemasaran memperhatikan perencanaan, promosi dan penjualan produk yang ada di pasar, serta pengembangan produk baru dan pasar baru untuk menarik dan melayani pelanggan baru dan potensial dengan lebih baik. Berikut tiga aplikasi dari pemasaran.

a.        Pemasaran Interaktif
Tujuan pemasaran interaktif adalah untuk memungkinkan perusahaan menggunakan jaringan-jaringan yang menguntungkan tersebut untuk menarik dan menjaga pelanggan yang akan menjadi rekanan dengan bisnis dalam pembuatan, pembelian dan peningkatan produk dan layanan.

b.                  Target Pemasaran
                        target pemasaran adalah sebuah konsep manajemen penklanan dan promosi yang mencakup lima komponen target, yaitu:
1)      Komunitas. Perusahaan dapat menyesuaikan pesan iklan dan metode promosi mereka untuk menarik orang dalam komunitas khusus. Mereka dapat berupa ketertarikan komunitas. seperti komunitas virtual pada penyuka olahraga online.
2)      Konten. Periklanan, seperti papan iklan atas spanduk. dapat ditempatkan di berbagal situs pilihan, selain di dalam sltus perusahaan.
3)      Konteks. Periklanan muncul hanya dl halaman sltus yang ada hubungannya dengan konten suatu produk atau layanan. Jadi, periklanan ditargetkan hanya kepada orang orang yang slap mencari lnformasl tentang suatu subjek masalah (misalnya, perjalanan llburan)
4)      Demografi/Psikografis. Usaha pemasaran situs dapat dltujukan hanya pada jenis-jenis atau kelas orang orang khusus.
5)      Perilaku Konsumen.
Ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk mengikuti perilaku online seseorang pada situsnya, sehingga usaha pemasaran (seperti kupon yang dapat ditebus pada toko ritel atau situs perdagangan komersial) yang dapat ditargetkan kepada individu dalam setiap kunjungan ke situsnya.

2.      Sistem Manufacturing/Pabrikasi
                        MRP atau Material Requirement Planning adalah sebuah system software yang berkemampuan mengintegrasi beberapa system informasi yang berkaitan dengan produksi guna menyesuaikan dengan jadwal produksi secara otomatis. Fungsi utama system MRP adalah memperbaiki system persediaan dan system penjadwalan produksi agar menghasilkan informasi yang akurat dan mutakhir guna keperluan manajemen produksi.
                         
3.      Sistem Akuntansi
                        Sistem Informasi Akuntansi adalah yang tertua dan paling banyak menggunakan sistem informasi dalam bisnis. Mereka mencatat dan melaporkan transaksi bisnis dan peristiwa ekonomi lainnya. Sistem akuntansi berbasis komputer mencatat dan melaporkan aliran dana melalui sebuah organisasi yang berbasis historis dan membuat laporan keuangan penting, seperti neraca saldo dan laporan pendapatan. Sistem seperti ini juga membuat perkiraan kondisi masa depan, seperti laporan keuangan terproyeksi dan anggaran keuangan. Kinerja keuangan sebuah perusahaan diukur terhadap perkiraan oleh laporan akuntansi analitis lain.

4.      Sistem Manajemen Keuangan
Sistem manajemen keuangan berbasis komputer mendukung manajer dan pelaku bisnis dalam memutuskan terkait dengan (1) pendanaan bisnis dan (2) alokasi dan pengendalian sumber daya keuangan dalam sebuah bisnis. Kategori sistem manajemen keuangan yang utama termasuk manajemen kas dan investasi, penganggaran modal, anggaran keuangan, dan perencanaan keuangan.








Analisis keuangan juga umumnya menggunakan pengolahan angka elektronik dan perangkat lunak perencanaan keuangan lain untuk mengevaluasi kinerja keuangan saat ini dan terproyeksi dari sebuah bisnis. Mereka juga membantu menentukan kebutuhan pendanaan dari sebuah bisnis dan menganalisis metode alternatif terhadap pendanaan.
Analisis keuangan menggunakan anggaran keuangan yang memperhatikan situasi ekonomi, operasi bisnis, jenis pendanaan yang tersedia, tingkat bunga, dan harga saham dan obligasi untuk mengembangkan rencana pendanaan optimal untuk bisnis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar